“wahai yang bersemayam di dalam rasa dan diriku
engkau jauh dari penglihatan dan pandangan
engkau adalah ruhku jika aku tak memandangmu
dia lebih dekat denganku dari segala pendekatan”
angan-angan tentang dirimu ada di mataku
ingatan tentang dirimu ada di mulutku
tempat kembalimu ada di mulutku
tapi kemanakah engkau hilang dariku?
wahai yang bersemayam di antara perut dan iga
sekalipun tempat tinggalmu berjauhan dariku
kasih sayang tercurah untuk senantiasa mencinta
jika engkau tiada menggapainya ia akan membumbung
ku cari alasan dari dosa yang ku lakukan
tapi kau paksa aku menjadi pemutus tali
kau bawa pergi akalku di kesempitan jurang
setelah aku berumur akal itu kau bawa kembali
itulah cinta kami yang berdampingan
engkau telah mensigati dengan adil dan jeli
Ya RABBI…..
kusibukakan dia dengan cintaku
seperti ENGKAU sibukan hatiku dengan cintanya
agar menjadi ringan apa yang bersemayam di hatiku..
aku memohon kepada dzat yang membalikan keinginan
hasratku kepadamu dan hastarmu kepadaku
atau biarkan cinta mengalir di hatiku…
“ada kafilah yang berlalu menjelang malam
jalan berdebu dan malam merambat kelam
mereka menggiring hasrat menyatu dengan bumi
perjalananpun tenggelam di balik ambisi
bintang malam menuntun yang mereka harapkan
yang menggantung di atas bintang dan kenikmatan
dalam pemeliharaan yang tidak di dapat orang lain
tak peduli celaan orang yang suka melontar celaan “
“ku ingin memeluknya di saat hati sedang merindukan
adakah kedekatan setelah kami saling berpelukan
kucium mesra agar kerinduan itu sirna
keinginan untuk bertemu semakin membara
kobaran di hati belum jua terobati
kecuali setelah dua hati saling mengisi”
“tiba-tiba dia melihat sang kekasih
tak seatah katapun terucap dari lidah”
“tanda cinta yang menyusup ke dalam hati
ada yang berubah jika dia melihat yang di cintai”
“jika ku lihat panasnya cinta di dalam hati
ku cari pancuran air untuk mendinginkan
berikan padaku kedinginan air yang pasti
karena dalam perut ada api yang menghanguskan”‘
“Aku tidak tahu apakah pesonanya yang memikat
atau mungkin akalku yang tidak lagi di tempat”
“keindahannya pangkal segala keindahan
dan magnetik laki-laki yang memandang”
“cinta bukanlah karena keindahan dan yang tampak di mata
tetapi karena yang menyatukan hati dan jiwa”
“ada getaran yang merasuki jiwa yang murah hati
laiknya getaran dahan kerana angin yang sepoi-sepoi”
“Engkaulah pembantai setiap pemabuk cinta
pilihlah untk jiwamu siapa yang kau pilih”
“Cintaku bersemi apa pun dirimu
tak peduli keadaanmu dulu dan kini
kau tak peduli kepadaku dan akupun begitu
siapa tak pedulikan dirimu hendak memuji
aku menyukai mereka sekalipun dirimu seperti musuhku
penilaianku terhadapmu sama terhadap mereka aku menilai
kudapatkan kenikmatan jika ada yang melecehkanmu
biarkan orang mencelaku karena cinta telah terpatri”
Ibnu Qayyim Al-Jauziyya
luangin waktu bentar jalan2 ke grameedia .. niatan hati mo cari buku tentang asp n c# malah berkutat baca nih buku .. :)
04 March 2012
27 July 2011
Tak ada Jawaban
aku melihat sekilas wajahnya ... tertunduk lesu
diam, hening dan terbaca samar " aku takut ketika aku harus ada dalam kekokohan hati yang tak kan dimengerti bahkan olehku"
sesimpul senyum tanpa makna yang bisa aku hadirkan
riuhnya tanya terus menggelayut manja dalam rangkaian anganku
"Tak ada Jawaban yang pasti"
adzan ashar terdengar. hentakan keras terdengar dari sebelah ruang
dering hp memanggil. ada yang harus diselesaikan sore ini
kejutan rahasia hati terungkap dalam keindahan tanpa jeda..
aku pergi!!
masih dengan ribuan tanya
diam, hening dan terbaca samar " aku takut ketika aku harus ada dalam kekokohan hati yang tak kan dimengerti bahkan olehku"
sesimpul senyum tanpa makna yang bisa aku hadirkan
riuhnya tanya terus menggelayut manja dalam rangkaian anganku
"Tak ada Jawaban yang pasti"
adzan ashar terdengar. hentakan keras terdengar dari sebelah ruang
dering hp memanggil. ada yang harus diselesaikan sore ini
kejutan rahasia hati terungkap dalam keindahan tanpa jeda..
aku pergi!!
masih dengan ribuan tanya
04 May 2011
inilah putraku ..
yang membangunkanku pagi tadi.
dan selalu berkata "sholat" ketika adzan terdengar
yang selalu meraih alquran bersama bundanya.. selepas maghrib
inilah rahasia senyumku...
ketika aku selalu berselimut tebal
dan dia duduk menjadikan tunggangan..
inilah penghantar lelahku
ketika meminta gendong dalam tangis yang membuatku tertawa..
inilah guru bagi sang pendidik..
yang selalu memberi makna ketika dia bangkit dari terjatuh dengan tidak berkata apa2
yang selalu menangis ketika aku tidak mampu mencerna inginya padahal itu sederhana
yang selalu menghindariku ketika aku berwajah "tidak jelas"..
inilah putraku " roid akbar abqori"
yang kumaknai diawal harinya " pemimpin besar yang bijaksana"
hingga hari ini selalu menghadirkan tingkah "penuh rahasia"
bersama bundanya inilah satu2 nya "cahaya" yang menghantarkan langkah pengiring nafasku
yang membangunkanku pagi tadi.
dan selalu berkata "sholat" ketika adzan terdengar
yang selalu meraih alquran bersama bundanya.. selepas maghrib
inilah rahasia senyumku...
ketika aku selalu berselimut tebal
dan dia duduk menjadikan tunggangan..
inilah penghantar lelahku
ketika meminta gendong dalam tangis yang membuatku tertawa..
inilah guru bagi sang pendidik..
yang selalu memberi makna ketika dia bangkit dari terjatuh dengan tidak berkata apa2
yang selalu menangis ketika aku tidak mampu mencerna inginya padahal itu sederhana
yang selalu menghindariku ketika aku berwajah "tidak jelas"..
inilah putraku " roid akbar abqori"
yang kumaknai diawal harinya " pemimpin besar yang bijaksana"
hingga hari ini selalu menghadirkan tingkah "penuh rahasia"
bersama bundanya inilah satu2 nya "cahaya" yang menghantarkan langkah pengiring nafasku
22 April 2011
rahasia seorang "aku"
aku menggigil dalam kebekuan hati
dingin dingin dan begitu dingin hingga ada ketakutan menghampiri
ketakutan ketika harus mengoyak iman dan membutakan langkah kaki
disudut itu aku melihat,
disudut itu aku merasakan
disudut itu pula aku menitikan rahasia sepi..
bayangan yang ingin aku enyahkan dari bagian seorang "aku"
istighfar dan terus istighfar dalam senyum rasa syukur..
rajutan langkah dalam pudaran simpul beban yang telah terurai
ya allah hanya padaMu langkah ini tertuju..
mudahkan dan lapangkan
dingin dingin dan begitu dingin hingga ada ketakutan menghampiri
ketakutan ketika harus mengoyak iman dan membutakan langkah kaki
disudut itu aku melihat,
disudut itu aku merasakan
disudut itu pula aku menitikan rahasia sepi..
bayangan yang ingin aku enyahkan dari bagian seorang "aku"
istighfar dan terus istighfar dalam senyum rasa syukur..
rajutan langkah dalam pudaran simpul beban yang telah terurai
ya allah hanya padaMu langkah ini tertuju..
mudahkan dan lapangkan
17 March 2011
badut keletihan
hentakan suara renyah mengeyahkan anganku...
panggilan itu menghantarkan seribu beban kejengahan ...
terduduk aku pada lingkar pandang orang2 yang pada jidatnya tercetak " sang pendidik"..
adalah diam dalam ketidak mengertian yang bisa aku haturkan ...
hebatnnya cerita tehatur apik pada sekat sekat wajah penuh kharisma..
sebuah etika baru berjalan dalam sebuah skenario yang menjengahkan
ketidak mengertian terus tergurat.
episode tanya yang terkuas dalam tinta hitam tergores tanpa jeda
tertawa renyah menutupi keenggananku melegitimasi tingkah..
cerita itu muncul silih berganti tersamarkan dalam kata "ghibah"
ahh entahlahhh.
terlalu letih jika harus menyapai..
kini telah tergores kuas luka yang telah mengering
" badut keletihan " dijidatku.
aku kini memahami waktu senggang sang pendidik
panggilan itu menghantarkan seribu beban kejengahan ...
terduduk aku pada lingkar pandang orang2 yang pada jidatnya tercetak " sang pendidik"..
adalah diam dalam ketidak mengertian yang bisa aku haturkan ...
hebatnnya cerita tehatur apik pada sekat sekat wajah penuh kharisma..
sebuah etika baru berjalan dalam sebuah skenario yang menjengahkan
ketidak mengertian terus tergurat.
episode tanya yang terkuas dalam tinta hitam tergores tanpa jeda
tertawa renyah menutupi keenggananku melegitimasi tingkah..
cerita itu muncul silih berganti tersamarkan dalam kata "ghibah"
ahh entahlahhh.
terlalu letih jika harus menyapai..
kini telah tergores kuas luka yang telah mengering
" badut keletihan " dijidatku.
aku kini memahami waktu senggang sang pendidik
Subscribe to:
Posts (Atom)