23 November 2010
sedetik dan sekejap rasa takut
29 October 2010
Ide yg terbuang(You can if you think you can)

" berapa sih biaya membangun sebuah web" ..?itu sepenggal awal pembicaraan dengan istriku tentang rencana untuk membuat web u/ memasarkan usaha batik nya via online.. weheheh.. aku jadi langsung teringat "konsep bekerja dari rumah" yang sempat aku agendakan ketika masih bujang.. :)
akhirnya disela2 tumpukan kerjaanku aku buka lembar2 konsep usangku n browsing ala kadarnya.. paling ndak ada yg tergugah semangat u/ menuju kata " keberanian memulai.
1. Menjadi pekerja freelance : kalo ini benere dulu dah dirintis n dah jalan meski kini perlahan tapi pasti pudar
2. buka usaha dirumah : kalo ini masih bingung dulu mau ngapain yg jelas sempet ada rencana buka toko dirumah, n jadi programer aja.
3. bisnis online : kalo ini...kayake dengan gagasan istriku yang kuwujudkan bakalan terwujud deh :).
yah meski hingga hari ini keberanian secara full total melangkah kesitu masih tipis. tapi kucoba meyakinkan diri menjadi " selamat datang karyawan yang penuh penghasilan dan selamat tinggal karyawan penuh gaji"
28 October 2010
jagalah selalu hatimu

bukan rahasia langkah yang kutemui di kehendak kata.
kembali terlmpar di kerjapan masa yang telah usang.
"jagalah selalau hatimu: kembali mengeja,
apakah itu arti dan kenapa begitu berarti? meski hal itu telah hilang...
jagalah selalu hatimu hari ini, berbeda arti dengan yg telah terdengar ketika itu
meresapkan arti dalam bualan dan kebosanan
meresapkan kata dikedalaman usia.
melenggangkan tingkah meski tak tahu harus bagaiaman.
ada kebersalahan kini menggayut dalam wajah2 yang sedikit telah sirna
inilah langkah yang beda, dari sosok yang telah menjelma, meski kutaktahu awalnya..
aku tersenyum meski tak bisa tertawa...
terima kasih untuk sebuah rahasia " jagalah selalu hatimu"
jagalah hatinya dengan penuh kesabaran
25 October 2010
sebuah sebutan system dari sudut pandang aplikasi ,
Barusan nemu di internet sebuah blue print dari salah satu pembuat aplikasi untuk sekolah.. aku ndak begitu mengerti apa yg terpikirkan tapi yang jelas aku menangkap benang merah blueprint diatas dengan apa yang akan digodok kantorku u/ mewujudkan sebuah sistem yang telah ada ( nah lo? kalo dah ada kenapa diwujudkan? :) )mungkin inilah bagian hikmah pada setahun pertama langkahku di t4 yang baru, tempat yang dulu aku pandang membosankan dan aku melangkah dengan keterpaksan teori.. tapi semua itu pudar yang keliatan abu2 telah menjadi putih meski kadang aku tidak bisa melihat karena begitu menyilaukan...... ada kejutan yang mengasyikan, ternyata ada penerapan system yang sangat aku suka bisa di implemntasikan meski kutahu disini ada kebutaan tentang sistem terdistribusi, tentang arti sistem informasi, langkah demi langkah ........
27 May 2010
job deskripi it

tapi dasar dah bawaan lahir kali ya kebiasaan lamaku kambuh sambil dengerin aku ngenet aja heheh toh ndak ketahuan .. hingga tiba pada sebuah artikel di http://fxekobudi.net/opini/masalah-job-description-orang-it/ yang rasa2 nya cocok banget dgn situasiku sekarang..
n yang menggelitik hasil rekomendasi job deskripsi yang pernah diajukan ke bag sdm oleh seorang rekan yg kini telah hengkang dari tempat yg dulu pernah dibanggakan
ini nih artikel tersebut.. n jib deskripsiku adalah yg tertera dibawah tidak ada yng beda bahkan tanda koma n titik nya huahahhaah..
Menjadi orang IT di sebuah lembaga yang awam dengan urusan komputer (IT), akan sangat berbeda jika menjadi orang IT perusahaan yang memang khusus bergerak di bidang IT, karena dibutuhkan orang yang mempunyai komitmen, motivasi dan imajinasi (lebih) sehingga dapat bertahan dengan aneka tuntutan dan pemahaman yang keliru akan pandangan lembaga kepada orang tersebut… Juga karena dibutuhkan kemampuan untuk meng-coding bahasa orang IT menjadi bahasa yang mereka pahami, dalam berbagai kasus (berdasar situasi dan kondisi) yang mungkin dapat dipecahkan atau menjadi lebih baik dengan bantuan IT. Pandangan bahwa lulusan Ilmu Komputer/Teknik Informatika harus menguasai berbagai bidang komputer menjadi tekanan dan tantangan yang sangat berat… (Seharusnya mereka menyadari, bahwa seorang Guru Bahasa Indonesia belum tentu dapat menjadi Guru Bahasa Inggris… Meski dengan SubJudul yang sama, Guru Bahasa…)
Saya kenal seorang teman bernama Budi yang kemudian bercerita kepada saya tentang pengalamannya. Awal ceritanya begini: sampai saat ini secara kelembagaan Budi dan rekan-rekan sekerjanya belum mendapat status sebagai staf IT. Sebutan staf IT adalah sebutan yang Dia buat sendiri untuk memudahkan dalam memberi gambaran ke orang lain (yang paham job description bidang IT). Hampir 3 tahun Budi dan rekan-rekannya bekerja dengan job description yang sangat kompleks:
Hardware: merakit, troubleshoot, minta penawaran harga, beli peripheral.
Software: instal, maintenance, dan update.
Jaringan: merancang, memasang kabel, bikin server, pasang koneksi internet, maintenance jaringan intranet/internet n server.
Sistem Informasi: menganalisa sistem, bikin situs, hosting, admin web, milis, editorial Internet.
Kebijakan Pengembangan: merancang program pengembangan, presentasi, survei.
Pengembangan SDM: memberi pelatihan, bikin panduan.
Administrasi: laporan pertanggungjawaban, operator web.
Ringkasnya, menangani berbagai bidang disiplin ilmu dari (implementasi) satu Fakultas Ilmu Komputer. Kalau diibaratkan komputer dan jaringan, ini adalah simulasi clustering 20 PC yang dipaksa dijalankan pada 1 PC… Untungnya bahwa si Budi dan rekan-rekannya adalah supercomputer (mainframe) yang menggunakan Linux sehingga tahan banting…
Sebagian besar orang di tempat kerjanya menganggap Budi dan rekan-rekannya adalah Teknisi Komputer (Teknisi Komputer yang bagaimana ya?). Dengan berbagai beban tugas yang demikian, Budi dan rekan-rekan dalam Surat Perjanjian Kerja selama ini adalah sebagai Staf Divisi Pengadaan Barang Pelengkap Pendidikan. Permasalahannya adalah bagaimana pengalaman kerja Budi yang sudah hampir 3 tahun ini Budi tuliskan dalam CV Budi? Setiap hubungan dengan perusahaan IT dan lembaga lain selama ini, Budi selalu bertanya-tanya dalam hatinya, Budi harus menyebut Jabatan sebagai apa di tempat kerjanya? Staf Divisi Pengadaan Barang Pelengkap Pendidikan? Siapa yang tahu apa kerjanya?
Harapan Budi hanya ada 2:
Bahwa Budi ingin sebuah surat pengalaman kerja dengan status sebagai Staf IT (keren khan? Hehe…). Budi menyadari bahwa gelarnya (S1) saja bukan Sarjana Komputer (melainkan Sarjana Sains)… Kira-kira mau ngga pihak manajemen SDM memberikan surat pengalaman kerja sebagai Staf IT? Untuk semua deskripsi kerja yang disebutkan di atas? Karena permasalahan terbesar Budi adalah bagaimana Budi menjelaskan bahwa Dia adalah orang IT (di tempat kerja yang lama) saat Budi melamar pekerjaan yang baru?
Budi juga ingin agar simulasi clustering itu dijalankan pada 20 PC, karena hasilnya pasti akan jauh lebih baik, lebih cepat dan tidak terbayangkan…
Di akhir cerita ada yg berbisik kepada saya, bahwa Budi hanya ingin menjadi seperti pesan Bapaknya, “Le, dadio wong sing migunani tumraping liyan…”,