28 May 2007

Istiqomah yuk !!


"obatnya dari mas sendiri, berdoa mohon kekuatan & petunjuk 4JJI. **** cuma bisa kasih obat doa to mas, moga istiqomah ya ! amin"

Istiqomah.. dari dulu itu yang ia tekankan ke aku jika aku berkeluh kesah padanya,
istiqomah apa aerti istiqomah di kala ini? :) aku jadi akrab juga dengan kata kata ini,

istiqomah.. apaan sih?
Abu Bakar As-Shiddiq ra ketika ditanya tentang istiqamah ia menjawab bahwa istiqamah adalah kemurnian tauhid (tidak boleh menyekutukan Allah dengan apa dan siapa pun).

Umar bin Khattab ra berkata, “Istiqamah adalah komitmen terhadap perintah dan larangan dan tidak boleh menipu sebagaimana tipuan musang”.

Utsman bin Affan ra berkata, “Istiqamah adalah mengikhlaskan amal kepada Allah Taala”

Ali bin Abu Thalib ra berkata, “Istiqamah adalah melaksanakan kewajiban-kewajiban”.

Al-Hasan berkata, “Istiqamah adalah melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan”.

Mujahid berkata, “Istiqamah adalah komitmen terhadap syahadat tauhid sampai bertemu dengan Allah Taala”.

Ibnu Taimiah berkata, “Mereka beristiqamah dalam mencintai dan beribadah kepada-Nya tanpa menoleh kiri kanan”.Dengan kata lain istiqomah mengandung suatu arti mendalam dalam beribadah kepada-Nya, mencintai sepenuh hati dalam mencari Ridha-Nya.

Seseorang yang istiqomah memiliki pendirian yang stabil dalam menuju Ridha Allah. Dia tidak tergoyahkan oleh usia, lingkungan atau ujian dan cercaan. Dia bagaikan karang yang melawan tempaan ombak. (oasetarbiyah)

nah itu inti dari istilah istiqomah!!

nah kalo how to be istqomah?

1...
yang paling efektif caranya selalu berusaha bergaul dengan orang2
yang menjaga sunnah. sudah ana coba terapkan dan sepertinya itulah cara yang
paling mudah. kemudian diikuti dengan menyibukkan diri pada kegiatan positif,
misalnya belajar, bekerja, dsb.. soalnya kalau kebanyakan bergaul dg ahlul
bid'ah tanpa sadar sering terbawa. kalaupun sadar, juga biasanya tetap terbawa
:(

2...

1. perbanyaklah berzikir pagi dan petang dan fahami artinya.
2. memohon kepada Alloh agar kita selalu istiqomah.
3. Isi waktu-waktu kita dengan membuat jadwal kegiatan misalnya mengikuti
kajian-kajian ilmu hafalan Al qur'an dan paksakan kita untuk selalu mengikuti
dan mematuhi jadwal yang kita buat itu dan jika kita melalaikannya buatlah
hisab kecil-kecilan (sangsi untuk diri kita sendiri).
4. Ilmu yang kita dapat dari kajian2 agama dicatat dengan rapi, dibaca ulang,
diamalkan dan dakwahkan kepada saudara-saudara kita.
4. Bergaulah dengan orang-orang yang selalu istiqomah.
5. BAca dan fahami arti istiqomah yang sesungguhnya dari kitab yang rujukan
sunnah dan al qur'annya kuat.
6. BAnyak baca siroh nabawiyah.
7. ingat kematian... (yang akan datang kapanpun tanpa kita duga, sejam lagi,
dua jam lagi... besok, lusa atau bahkan sebentar lagi?)


itu hanya tips ringan mas.. tapi ilmu semua dikembalikan 4JJI pemilik dari segala ilmu pengetahuan. mari ikhtiar ingatkan aku juga mas

/nb.. Aku juga ya ... aku kok jadi nangis.. makasih ya ****

24 May 2007

ketika sesuatu itu bernama sakit!!!

Ingat lima perkara sebelum lima perkara
sehat sebelum sakit
muda sebelum tua
kaya sebelum miskin
lapang sebelum sempit
hidup sebelum mati….

selasa siang aku putar lagi itu... untuk kesekian kali. tak kusangka itulah teguran untuku
penat, kelu, letih banget fisiku saat itu. hmmm hal biasa..

"3 hari aku dihadiahi sebuah makian halus tanpa suara "
1. .....

"jika sudah mampu berlari kenapa mencoba menaiki kursi roda? kenapa tidak mencoba sepeda motor"

ringan tanpa nada. tapi itulah sapaan bemakna " aku terlalu angkuh dengan langkahku,

2. .....
"hahaha Aib diri kau tuai kini setelah canda terbagi dalam cinta.. " canda temanku ringan selaksa cibiran air hujan yang meletihkan.
ketika kata kata begitu bermakna dalam buaian tak berupa.
menghayutkan sketsa hati yang terbentuk dalam desiran nurani
ketika tersadar.. itulah permainan hati. coba tepiskan dalam kesalahan tak berarti

3. ....
"nah sekarang kau tahu khan bedanya teman dengan kawan ? teman dapat menikam tapi kawan hanya terdiam ketika kau melakkan kesalahan.kawan selalu menulis keslahanamu dalam Air dan mengukir kebaikanmu dalam batu prasasti."

"itu sapa seoarang sahabat ketika ada temenku yang kutahu menghentikan langkahku dibelakang setelah kita berjalan bersama"

selasa 22 april. badanku benar2x terasa lemas banget, sekedar duduk ajah sulit banget, kepalaku benar2x terasa pening, dingin yang terasa. astahgfirullah!! aku demam !!!

Baru aku sadar sehat itu nikmat. Tapi mengapa aku ingat itu waktu sakit? jika sehat sapa ini entah terbang kemana..
Aku tahu hadis Nabi, Allah lebih mencintai mukmin yang kuat daripada mukmin yang lemah. tapi... sakit ini... ahh entahlah

benar kata raihan dalam " demi masa" nya
inilah makna Qishos, keangkuhan, keihkhlasan, kebencian, n muak nya hati :)




20 May 2007

jamaah yang harus diikuti ?


* afwan jika dalam tulisan menyinggung dan langsung meyebut nama ( namanya juga tulisan/ bisa diralat kok ), tapi ini benar dari ketidaktahuan dan kepahaman penulis

kemarin dikampus ketemu temen lama,udah beberapa semester baru ketahuan kalo sekampus :). akhirnya reuni kenangan lama mengalir dalam setiap obrolan. ada satu obrolan yang kini jadi pertanyaan dihati " kasihan si A mas kemarin mau nikah tapi tinggal 2 minggu di batalkan dari pihak satunya alasanya berbeda Fikrah "

"Fikrah(pemikiran) dalam Ibadah dia khan ikut LDII sedang satunya PKS".

berita seperti itu emang sering banget kudengar tapi biasanya aku acuh tak acuh, tapi karena akhir akhir ini aku sering ditemukan dengan kata Fikrah dalam ibadah jadi maundak mau aku cari n nanya sana sini juga andalan utama browsing internet hehehe.
hari ini juga ukhti bilang mau ikut pengajian yang katanya tiap hari diadakan. meski sering bolong-bolong ( kalau ini mah udah keliatan :P~).

emang u/ urusan pemikiran ini sering terjadi perdebatan panjang kayak kemarin hampir terjadi perselisihan antar temen kost( benere udah terjadi dan efeknya terasa sekarang "kaku obrolanya" ) tegang 2xnya obrolin tentang Fatwa MUI yang menyebut LDII sebagai aliran sesat pada 4 september 2006, fatwa ini yang udah dirubah pada fatwa MUI surat nomor: 03/Kep/KF-MUI/IX.2006 news : http://www.antara.co.id/arc/2007/2/22/ldii-bukan-terusan-islam-jamaah/ menyebutkan LDII telah berubah haluan dengan paradigma baru menganggap umat muslim di luar kelompok mereka sebagai kafir atau najis
juga ada tuh di millis http://www.mail-archive.com/islam-jamaah@yahoogroups.com/msg02095.html

emang benere u/ jamaah yang satu ini ditempatku tergolong ekstrim n pernah dulu warga mengucilkan n hampir mengusir warga jamaah ini, gara-garanya ada berita " ndak mau salaman n ndak mau bersosialisasi dengan warga " tahu deh kebenaran beritanya. tp mungkin juga ini terjadi ketertutupannya n menyendiri dalam jamaahnya) sekilas dari luar sih )

bagi kebanyakan yang masih awam tentang agama begitu aku tanya pendapatnya " pasti jawabnya " ndak tahulah mas aku ikut yang umum - umum aja pokoknya sholat ya sholat ajah ndak mau ikut pengajianya , heheh kalo dah gini aku jadi maklum kalo ada pemikiran islam tuh ya pada kewajiban ibadah fisik sholat puasa zakat haji.
duh jadi pertanyaan " islam yang umum tuh yang seperti apa yang ibadah fisik aja?

"Ciri jamaah adalah jamaah yang sesuai dengan aqidah, fikrah dan syariah Rasulullah SAW, diakui dan dibenarkan oleh semua ulama, jelas dan tegas kedudukannya, serta manfaat dan perannya telah disepakati oleh umat Islam"

kalo dah gitu jamaah yang mana? (jamaah muslimin dunk) lha ukuranya apaan khan kita masih awam..
wajibkah mengikuti jamaah suatu kelompok ? bai'at itu lo mas tandanya!!
Kalau pertanyaannya tentang kewajiban, maka jawabannya tidak ada dalil tertentu yang mewajibkan kita untuk menjadi bagian dari kelompok tertentu. Yang ada justru sebaliknya, kita diharapkan untuk tidak ikut bergabung dengan kelompok yang batil.

Sedangkan kelompok yang baik, hukumnya boleh diikuti hingga mencapai sunnah, kalau memang dari dalam jamaah itu ada kebaikan yang akan dilahirkan. Dan menjadi wajib bila tanpa adanya jamaah itu tidak akan ada Islam.

sejak diruntuhkannya khilafah oleh Mustafa Kemal Ataturk, bermunculan jamaah- jamah kecil. n tidak ada kewajiban bagi setiap muslim untuk berwala' (loyal) kepada jamaah kecil-kecil itu. Apalagi mengingat sebagian jamaah itu banyak yang menyimpang dari manhaj Rasulullah SAW. Namun yang tetap lurus bukan tidak sedikit.

Kalau pun kita ingin bergabung dengan salah satu dari jamaah kecil yang lurus itu, bukan berarti sebuah kewajiban mutlak. Sifatnya sunnah saja, bukan fardhu 'ain. Artinya, seandainya ada seorang muslim di abad ini dan seterusnya, meninggal tanpa ada bai'at di lehernya dengan salah satu dari jamaah itu, dia tetap seorang muslim 100%. Tidak ada kewajiban atasnya untuk bergabung dengan salah satu dari sekian ribu jamaah kecil-kecil yang ada sekarang ini.

kalau u/ indonesia n rang awam gimana? kok jadi tambah bingung mau nambah ilmu ibadah. apa mending hura hura dunia ajah lebih enak hihih ..?!!

survey 70% suara terbanyak : ikutin MUI ajah khan itu lembaga yg berwenang di indonesia :)

yang lain : kembalikan pada nurani masing 2x :)

referensi :www.eramuslim.com/ustadz/dll/7313073759-wajibkah-kita-menjadi-jamaah-suatu-kelompok.htm tapi terakhir terlihat tadi databasenya error :)






18 May 2007

mewangi di jingga


assalamualikum
menyapai keanggunan dalam tarbiyah :)sepertinya menyejukan..
kalau langkah komitmen ( waduh kalo yang ini ntar dulu ..??)
lho... ???
entahlah selamat buat :eni sih pangenti
yang udah menikah diam 2x. hebat juga ya kamu.
"yang penting tuh langkahnya jangan ngomong doank " heheheh sms-mu ringan ya
special nih buat kamu anggap sebagai kado :P~~

Mewangi dijingga

Lihatlah awan di jingga...
merebah hamparan kisah tentang dua manusia...
yang bertaut mesra di dalam bingkai tarbiyah...

Bersama tetaplah dalam hidayah...
hadirkan iman di setiap perjalananmu...
hidupmu kini sudah berubah...

Berikanlah yang terindah kepadanya...
kepadanya... kepadanya...

Karena iman cintailah ia...
Karena iman sayangilah ia...

Biarkanlah mentari tersenyum mencemburuimu...
biarkanlah awan di jingga memayungi pertemuanmu...
peluklah hatinya... Peluklah hatinya...
jangan kau lepaskan...
sebelum bertemu Sang Penggenggam jiwa...

Doakanlah yang masih kesendirian...
agar selalu tetap terjaga...
hatinya...

Senandung Langit - Maydani

30 April 2007

Ukhtiku, karenanya kau ku pilih...


Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh,
Pernikahan merupakan kebutuhan mendasar. Semua orang menginginkan dan merindukan. Lepas dari jumlah perempuan yang semakin membengkak, tentu tak luput dari faktor kriteria pilihan.Tidak bisa dipungkiri lelaki biasanya memasang setumpuk kriteria calon istrinya, begitupun dengan wanita punya segudang syarat untuk calon suaminya. Tidak jarang saking ketat dan tingginya kriteria mengakibatkan jodoh sebatas angan-angan.

Siapa yang menolak shalihah ?

Cantik dan tidak memang sudah dari sananya, demikian juga dengan kecerdasan, tingkat sosial, dan semacamnya. Ada yang bisa dikembangkan sehingga menjadi muslimah berkualitas. Perhatian kepada ilmu agama disertai tentunya dengan penempaan diri sehingga menghasilkan akhlak yang mulia. Tiada pilihan kecuali menjadi wanita yang salihah.

Cantik, yang biasanya dijadikan patokan utama oleh kebanyakan orang, tanpa disertai sifat kesalihatan bisa berbahaya. Pintar juga akan merepotkan bila tidak dikawal oleh akhlak yang baik, bisa menjadi wanita yang panjang lidah, tidak sopan dan beradab, atau selalu menjadi pembangkang. Begitu juga yang berharta, tanpa bimbingan agama, kekayaannya sering tidak membawa manfaat, bahkan sebaliknya menjadi bencana. Status sosial yang tidak dibarengi kualitas agama yang baik hanya akan memunculkan sifat keangkuhan.

Berbeda dengan wanita salihah, tanpa kecantikan, kekayaan, kepintaran dan status sosial akan tetap mendatangkan kebaikan. Lebih-lebih bila disertai oleh satu atau lebih sifat yang empat itu, tentu akan menjadi primadona. Siapa yang tidak ingin menikah dengan wanita kaya, cantik, pintar dan terpandang, salihah lagi !?

Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam telah memberi tuntunan dalam memilih wanita yang akan dijadikan sebagai istri. Bukan sekedar memilih yang pintar, tapi pria mesti pintar memilih dan wanita pun harus berlaku pintar agar menjadi sosok pilihan. Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam menggambarkan beberapa sifat seorang wanita salihah, pendek tapi cukup untuk menjadi pedoman bagi muslimah.

"Apakah kalian mau saya beritahu tentang simpanan seseorang yang yang paling berharga? Yaitu wanita salihah yang (suaminya) menjadi bahagia bila memandangnya, bila diperintah segera dipenuhi, dan bila suaminya tidak ada dia menjaga kehormatannya."
(riwayat Ahmad)

Inilah yang akan menjadikan seorang wanita sebagai pilihan, simpanan nan berharga:

1. Taat

Seorang gadis yang terbiasa taat pada orang tua, akan mudah taat pada suami ketika sudah menikah nanti. Selama perintah suaminya adalah ma'ruf (tidak menyelisihi syariat) dia segera melaksanakannya. Bila perintah tersebut tidak berkenan, akan dicarinya waktu yang tepat untuk meyakinkan suami agar mengurungkan perintahnya tanpa dibarengi bantahan, penentangan, atau pemaksaan kehendak.

2. Enak Dipandang

Tidak harus cantik. Dengan mengoptimalkan segala potensi yang dimilikinya seorang wanita akan membuat senang suami yang memandangnya. Dia akan mampu membuat suaminya merasa nyaman, tenang dan puas. Rasa lelah yang dirasakan suami setelah bekerja seharian sirna oleh sambutan sang istri. Dengan begitu suami tidak akan berbuat yang tidak-tidak ketika di luar rumah. Hal ini akan mudah dilakukan oleh wanita yang terbiasa bersikap manis dan murah senyum kepada orang tuanya.

3. Cinta dan Ridho

Seorang pria tentu berharap mendapat seorang istri yang mampu mencintai sepenuh hati dan bersikap pasrah. Wanita yang dalam berbuat dan bertingkah laku selalu berupaya menyenangkan suami dan menjauhi hal-hal yang mendatangkan kebenciannya. Kalau suami, saat di rumah, tidak mendapatkan istri yang bersikap manis, penuh kasih, bersih, senantiasa tersenyum memikat, perkataan indah, penuh cinta nan suci, akhlak islami serta sentuhan tangan yang penuh kasih sayang, maka di mana lagi dia bisa mendapatkannya?

4. Suka Membantu

Wanita salihah adalah yang selalu mengajak suaminya pada kebaikan agama dan dunianya. Bukannya memberatkan, namun justru mengingatkan suami untuk selalu berlaku taat pada Allah subhanahu wa ta'ala, serta memberikan saran dan pendapat demi kemajuan usaha sang suami.


Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu 'anha, istri pertama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sekaligus ibu kita semua, merupakan teladan wanita pilihan. Beliau sumbangkan harta dan perhatiannya untuk perjuangan Rasulullah, menyantuni kerabat dan selalu menyambung silaturahmi.

Akankah antunna mewarisi sifat dan perilakunya? Kalau ya, karenanyalah engkau dipilih!

wallahu'alam bishowab,

wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh

heheh bener 2x kriteria akhwat yang aku inginkan..
ngutip dari : http://aunidya.multiply.com/tag/taaruf