26 April 2003

about me



welcome to my life ..:) ciee
Jika Mengulas tentang aku mungkin akan sangat berbeda bagi pendapat, kebanyakan versi orang yang mengenalku… Mengerikan, ndak punya aturan, cengengesan, susah ditebak maunya, ada yang bilang gitu. ada juga yang bilang aku tuh sok acuh, pendiam. hehehe pendapatnya bertolak belakang ya
definisi aku menurut aku sendiri mungkin agak belibet. yang jelas aku adalah aku ( tuh bingung khan ?) aku yang berusaha bertanggung jawab terhadap keakuanku
menurutku aku tuh pintar :), nih pendapat bukan tanpa alasan. meski orang bilang jika aku tanya malah bilang ” dasar bodoh “. ya terserah aja deh itu khan cmn pendapat:) karna menurutku pintar adalah bisa menempatkan fungsionalitas otak ( bener ndak ejaannya ) pada situasi yang tepat. aku percaya akan kemampuan yang optimal jika kita mampu menyesuaikan dengan situasi yang tepat. tidaklah sering yang menyebut aku adalah penjilat waktu dan situasi, tak punya prinsip yang jelas. kalo dah gitu aku hanya diam n berkata ya itulah prinsipku n entah jika berubah :P.
sering ada kejutan perasaan dari temen di kala senangnya, ” adalah kamu yang kemarin membuatku menangis dengan kelakuan canda dan katamu”, hehe afwan ya jika ada canda yang keterlaluan[ini seringnya dari temen kantor ]. meski aku hanya senyum bingung kenapa mereka menganggap humorku keterlaluan dan sapaku dianggap sindiran?.
Ada satu kesan dalam hidup ketika ada yang bertanya apa keinginannmu yang pasti ? satu kesempatan pendefinisian yang sulit karna yang jelas saat aku nulis ini ada satu bayangan indah dimana aku bersama seorang gadis yang anggun nan sholehah ( eit bukanya ini dilarang? - justru karna dilarang jadi ingin ) bersama dalam dunia real online dimana aku menjadi raja pengendali semua kehidupan digital yang ada didunia ini .
hehe jadi ngelantur sana sini. dari dulu emang gini jika aku diminta bercerita tentang aku. kayak aku sedang pake sarung peci dengan sajadah dipundak trus disuruh masuk ke diskotik remang- remang — panas dingin jadinya
– qi_think — I think –


10 April 2003

letihku berjalan

langkah bisu kehampaan diri
terluka dalam permainan hati
letih dalam sepi
hancur dengan langkah sunyi

lelah ruaskan setiap gerah
dalam pancaran kian tak terarah
sambut sebuah kata kata terindah
ahhhhhh

dingin benar hati itu
mencoba melangkah dengan sapaan sayu
dalam peresapan kata tipu

kucoba eja perjalanan lirih
tertatih
dengan kesepian kian pedih
menahan dingin tanpa perasaan letih

setiap langkah meski ada sunggingan
terasa beruas dalam kata tak terkulum
sepi dengan serpihan
letih dalam senyuman

dengan ujung acuh
berasa tiap hentakan hati dalam gemuruh
luruh satu pulaska lusuh


nb: pusingggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg
tahu ah otakku buntu
sdfegpdro-giw385gi1rqw90fmqweidfmvw8ed
eogft0ew9r0q2gr
g

Resapan Hati

Dalam ejaan arti serta sebuah pagi
Tetap Tersenyum dengan mentari
Meski siang itu telah mehakimi
Menghancurkan sejuknya embun pagi
Bencikah sang pagi

Apalah pula arti siang
Yang dengan tenang terdiam
Meski senja bersorak girang
menenggelamkan sinarnya perlahan
sedihkah sang siang

dengan sapa keindahan sang saga
yang begitu terlukiskan oleh senja
terhanyut dengan kepongahan sang malam
merusak corak menenggelamkan warna
dalam hitam kelam mencekam
risihkah sang senja

sebuah malam dengan episode gelapnya
pulakah dapat tersenyum ketika tak ada bintang dalam langitnya
pulakah tertawa ketika bulan tak mau menyapanya
tenang pula ia lampiaskan kesunyian
dengan sebuah peresapan yg begitu nyata
meski maya adanya

semukah mereka dalam ketenggelamanya

Acuhku

Tertatih dalm kehampaan rindu
Perlahan dalam keraguan semu
Hancurkan rahasia sebuah ketakutanku
Acuhku bingung
Raguku melantun

Hasrat sedingin kehampaan melayang Satu
Ruaskan jalan penuhi impianku
Kau yang telah hilang dalam sebuah langkah bisu
Lepaskan aku dari bayang semu
Satukan aku dalam kisah sendu

Sedekat hati teruaskan kini
Menyapai engkau terlahir kembali
Hasratkan sebuah kata pasti
Dalam sebuah perasaan religi

Kisiku Letih

Sepi terasa dalam kegalauan nuansa
terjerat asa sebuah pengharapan semu
ketika waktu berlaku dalam kediaman rindu
menyapa lirih "butuhkah kau ketenangan penghuni sepi "

dalam diam ku bersua memapas resah
menghadirkan senyum dalam setiap desah
terurai akan makna langkah tak terarah
hadirmu kian beda dalam lingkup sebuah jeda
terasakan " hadirmukah yang buat aku gelisah"

ku tahu kita adalah milik sebuah sunyi
tak pernah hadir dalam hasrat sebuah kata religi
tak pula hadir meski tahu ada batas hambali pula hanafi
yakinkah sebuah kata risih" pautmu resapi diri"
lambaian lingkaran hati

tak tahu aku meski ini bukan terakhir
mencoba susuri liku hatimu
tergetar "dingin dan sepi"

dalam langkahnya pula kueja nuansa
entah bagaimana bisa kalau begini rasanya
kucoba menatap kepekatan hatimu
hanya ada terasa sekat melewati gelap

beruntunglah kalian otak berjalan
dalam sekejap terasa langkah sebuah pengharapan
selau mencoba setiap perbedaan dengan artian
melambung dengan kata kata seribu pujian
hilangkan semua kelangkaan
selalu tergantikan

satu ini yang tak pernah ku mengerrti
merampas setiap arti imaji
hingga terkulai dalam pelukan sepi
hasratmu entahkah artiku

aku memang dengusan tak berupa
hadir dalam setiap emosi kata
bersua bersapa dengan siapa
entahkah ini yang tak terlupa

kini kudiam
kian tenggelam
pulaskan dendam
melambaikan ketenangan